Kusebut Dia
Rasa ini bermula dari hadirnya dia, yang ku anggap sebagai orang ketiga. Dia yang kini ku rasa mulai menyinggahi isi hati seorang yang ku cinta. Bagaimana bisa hati yang ku jaga sedikit demi sedikit direnggut olehnya. Bagaimana bisa rasa yang kita cipta bisa goyah hanya dengan satu nama. Namanya. Betapa sakit hati hamba, dirundung cinta tanpa kasihnya. Betapa rapuh hati hamba, disiksa rindu tanpa balasan darinya. Perlahan dia mulai berkabar denganmu. Perlahan pula dia menginginkan atasmu. Perlahan aku merasa sedu. Perlahan pula aku berniat meninggalkanmu. Bukankah kita pernah berjanji untuk satu kata, yaitu KITA. Bukankah kita pernah berjanji untuk saling menjaga. Dan kini aku mengerti apa arti kata pernah, yaitu tidak lagi. Dan kini aku mengerti apa arti telah, yaitu berhasil melewati. Entah melewati terwujudnya janji-janji, atau justru melewati janji-janji. Aku kembali kau lukai. ...