Berkabar
Mari berkabar, aku sedang tidak baik, terlihat bukan? Hatiku kembali sesak. Kita berada di ujung rasa, sebentar lagi mungkin kita tidak berdua. Tidak ada lagi kata bersama. Bodoh aku ini, sudah di sakiti tapi masih saja mencintai. Hampir tiap malam aku bergumam sendiri, hampir tiap malam pula aku membela diri. Tidak. Bukan aku yang bodoh. Kau yang bodoh. Kau pikir saja sendiri! Menyakitkan mencintai sendirian, menyakitkan berharap pada angan. Jika kebebasan yang kuberikan justru buatmu berpindah ke lain hati, maka menyingkirlah. Jika aku bukan yang kau harapkan, segeralah berpaling karena aku sudah enggan. Jika aku bukan yang kau jadikan tempat berpulangnya nyaman, maka pergilah karena aku lebih baik sendirian. Jika memang kau bertahan karena dilandasi rasa kasihan dan kau takut aku tersakiti, maka percayalah pergimu jauh lebih aku inginkan. Aku percaya tak semua kehilangan akan menyakitkan. Jus...