Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Penghujung

Teruntuk yang ku sayang diriku sendiri, Kita sudah berada di penghujung hari, di tanggal tiga puluh satu Desember tahun ini. Hebat sekali kamu, sudah melewati hari-hari sampai sejauh ini.  Maaf sering membuatmu repot, banyak hal-hal mudah tapi ku persulit malah. Maaaf sudah membuatmu susah. Segala pelik tercurah tanpa lelah, padahal tubuh menginginkan rebah. Terima kasih sudah sabar membersamaiku. Terima kasih sudah sabar akan takdir-takdir luarbiasa ku. Jangan mudah lengah, jangan mudah lelah, tunjukkan bahwa kamu tidak lemah. Kamu boleh berubah, untuk sesuatu yang lebih wahh. Mari kita tata lagi, susun mimpi dengan jari-jari agar lebih mudah kita pilah dengan teliti. Mana yang harus dibenahi dan mana yang telah berhasil dilewati. Segala rumit semoga tak lagi menghimpit, cahaya redup semoga tak lagi kamu peluk. Terima kasih, teruslah hebat tanpa ada kata ralat. Salam sayang...

Ada apa?

Sepasang mata beradu rasa. Sepasang kaki berdiri terhenti. Sebenarnya apa yang terjadi? Mulut enggan berucap, mata memutuskan enggan menatap, sedang hati sudah tak ingin menetap. Kau tengah pergi, dan kau tak ingin dicari lagi. Sayup suara terdengar bahwa kini ia ingin kembali. Sayup terdengar hatinya tak ingin pergi lagi. Ingin menetap di sini. Waktu tidak akan kembali, kau terganti. Waktu tidak akan kembali, aku sudah tidak di sana lagi. Tuhan yang merancang cerita, tidak benar bahwa kita pemilik segalanya. Tuhan yang merancang cerita, tentang siapa kini kita juga tentang siapa kita nantinya. Sayup suara terdengar, ohh dia menangis Sayup suara terdengar, ohh hatinya semakin teriris