Berkabar II
Dariku, Kinasih
Untukmu, Terkasih
Hai, mari berkabar :)
Riuh hati menanti sepucuk surat tersemat, sekadar ingin tau bagaimana kabar?
Harapku, doaku masih sama dan akan tetap sama. Semoga kita selalu bahagia. Dengan senyum simpul aku menulis kabar ini. Haii, aku bisa tersenyum lagi :) aku berhasil mengembalikan diriku lagi. Yah meskipun tidak utuh, setidaknya kini tak mudah lagi rapuh. Hari-hari ku jalani dengan penuh percaya diri, menanamkan rasa bahwa hal buruk ini tak akan selamanya terjadi. Bulir-bulir bahagia merekah mengusir gundah, menghempas rasa resah. Bagaimana denganmu? Menyenangkan bukan disetiap harinya tak kamu temui lagi hal-hal sulit? Hal-hal rumit? Ahhh pasti melegakan sekali.
Aku tengah membaca buku milik Syahid Muhammad dan Stefani Bella, menceritakan konspirasi alam yang berhasil menemukan sepasang utuh yang sempat merapuh. Dan bodohnya aku mempercayai nya disaat kita semakin menjauh. Bodoh sekali kan aku? Seperti kata Brian Khrisna saja hahaha. Kapan waktu ku ceritakan, janji. Aku percaya janjiku ini atas izin Tuhan, namun entah kapan dan bagaimana jalan cerita untuk menepatinya aku tidak ingin ambil pusing memikirkannya.
Selesai sudah berkabar ku kali ini, berkabar ke berapa ya tulisan ini? Coba buka tulisanku yang lalu, sepertinya aku pernah berkabar juga, coba saja ya.
Ahh entah aku lupa.
Tentang ungkapan-ungkapan ku di tulisan atas kamu bisa mengerti aku kini kan? Kalau kamu benar-benar tahu aku pasti kamu tidak sepenuhnya percaya. Iya, semuanya tidak benar-benar nyata, semuanya sugesti diriku saja.
Teruslah berbahagia, ada dan tidaknya aku di hidupmu pastikan kamu tetap baik-baik saja.
Salam, Kinasih
Komentar
Posting Komentar