Postingan

Semesta Baik

Setelah cukup lama menanam ketidakpercayaan, takut akan dikecewakan, sekarang aku kembali di hadapkan dengan sesosok tenang nan menenangkan. Anganku kembali dibangunkan, aku kembali disadarkan bahwa masih banyak hal-hal baik yang menungguku di depan.  Ia berkata, "masih banyak hal-hal baik yang menunggu di depan dik, meskipun dengan segala ketidak baikannya juga. Tapi bukankah segalanya memang harus ada perjuangan?  Memang benar, segalanya harus diperjuangkan. Entah hasilnya bagaimana tapi yang jelas dengan hal itu kita bisa lebih menghargai semuanya.  "Kelak dik, kita dipertemukan untuk saling menjaga, kini biarkan Tuhan memerintah semesta untuk menjaga kita". Harapan-harapan selalu ku layangkan, doa-doa senantiasa ku langit kan, hingga pada akhirnya aku berkata kepada semesta, "Terima kasih semesta, anginmu membawaku menemukannya", dengan lembut ia berkata.  "Mas, kelak tubuhmu lah yang menjadi tempat berpulangnya pelukan, kelak hatimu lah satu-satunya k...

Rayakanlah

Menangis, tertawa.  Tertawa, lalu menangis.  Bisa terjadi kapan saja tanpa kita tahu penyebabnya atau bahkan kita tahu tapi enggan mengakuinya. Menangis sejadi-jadinya karena harapannya patah begitu saja, tertawa bahagia karena keinginannya tercapai dengan luar biasa. Banyak hal yang sulit diungkapkan tapi bisa kita ekspresikan dengan buliran air mata dan suara renyah penuh tawa. Segalanya baik untuk kita.  Tetaplah menjadi diri sendiri.  Tetaplah menjadi diri sendiri, kita sempurna sesuai porsi kita.  Tetaplah menjadi diri sendiri, kita berhak atas diri kita.  Tetaplah menjadi diri sendiri, bersikap adil, menghargai segala usaha kita.  Rayakanlah!  Rayakanlah apa yang perlu dirayakan Rayakan kebahagiaan, kesedihan, pertemuan, perpisahan!  Rayakanlah apa yang membuat kita belajar! Teruslah hidup, jangan katakan tak sanggup! 

Berkabar II

Dariku, Kinasih Untukmu, Terkasih Hai, mari berkabar :)  Riuh hati menanti sepucuk surat tersemat, sekadar ingin tau bagaimana kabar?  Harapku, doaku masih sama dan akan tetap sama. Semoga kita selalu bahagia. Dengan senyum simpul aku menulis kabar ini. Haii, aku bisa tersenyum lagi :) aku berhasil mengembalikan diriku lagi. Yah meskipun tidak utuh, setidaknya kini tak mudah lagi rapuh. Hari-hari ku jalani dengan penuh percaya diri, menanamkan rasa bahwa hal buruk ini tak akan selamanya terjadi. Bulir-bulir bahagia merekah mengusir gundah, menghempas rasa resah. Bagaimana denganmu? Menyenangkan bukan disetiap harinya tak kamu temui lagi hal-hal sulit? Hal-hal rumit? Ahhh pasti melegakan sekali.  Aku tengah membaca buku milik Syahid Muhammad dan Stefani Bella, menceritakan konspirasi alam yang berhasil menemukan sepasang utuh yang sempat merapuh. Dan bodohnya aku mempercayai nya disaat kita semakin menjauh. Bodoh sekali kan aku? Seperti kata Bri...

Murung, mematung.

Terang, milik malam Sudah sepantasnya merayakan kehilangan Sepenggal kisah berujung sudah Sekelumit kisah menuai resah Hujan deras mengguyur bumi Membasahi pipi sang kekasih hati Meraung menyesali perbuatannya Meraung menginginkan tubuhnya Dia hilang Aku malang  Merangkak mencoba berdiri Dapat berdiri beralih ingin berlari Tak semudah itu Jari jemarinya tak lagi ada yang mengisi Jari-jarinya tak nampak manis lagi Senyuman tak lagi dapat disematkan Tawa tak lagi terpancar kan Murung Mematung  Entah siapa yang tak lagi beruntung

Penghujung

Teruntuk yang ku sayang diriku sendiri, Kita sudah berada di penghujung hari, di tanggal tiga puluh satu Desember tahun ini. Hebat sekali kamu, sudah melewati hari-hari sampai sejauh ini.  Maaf sering membuatmu repot, banyak hal-hal mudah tapi ku persulit malah. Maaaf sudah membuatmu susah. Segala pelik tercurah tanpa lelah, padahal tubuh menginginkan rebah. Terima kasih sudah sabar membersamaiku. Terima kasih sudah sabar akan takdir-takdir luarbiasa ku. Jangan mudah lengah, jangan mudah lelah, tunjukkan bahwa kamu tidak lemah. Kamu boleh berubah, untuk sesuatu yang lebih wahh. Mari kita tata lagi, susun mimpi dengan jari-jari agar lebih mudah kita pilah dengan teliti. Mana yang harus dibenahi dan mana yang telah berhasil dilewati. Segala rumit semoga tak lagi menghimpit, cahaya redup semoga tak lagi kamu peluk. Terima kasih, teruslah hebat tanpa ada kata ralat. Salam sayang...

Ada apa?

Sepasang mata beradu rasa. Sepasang kaki berdiri terhenti. Sebenarnya apa yang terjadi? Mulut enggan berucap, mata memutuskan enggan menatap, sedang hati sudah tak ingin menetap. Kau tengah pergi, dan kau tak ingin dicari lagi. Sayup suara terdengar bahwa kini ia ingin kembali. Sayup terdengar hatinya tak ingin pergi lagi. Ingin menetap di sini. Waktu tidak akan kembali, kau terganti. Waktu tidak akan kembali, aku sudah tidak di sana lagi. Tuhan yang merancang cerita, tidak benar bahwa kita pemilik segalanya. Tuhan yang merancang cerita, tentang siapa kini kita juga tentang siapa kita nantinya. Sayup suara terdengar, ohh dia menangis Sayup suara terdengar, ohh hatinya semakin teriris

Berkabar

       Mari berkabar, aku sedang tidak baik, terlihat bukan? Hatiku kembali sesak. Kita berada di ujung rasa, sebentar lagi mungkin kita tidak berdua. Tidak ada lagi kata bersama.        Bodoh aku ini, sudah di sakiti tapi masih saja mencintai. Hampir tiap malam aku bergumam sendiri, hampir tiap malam pula aku membela diri. Tidak. Bukan aku yang bodoh. Kau yang bodoh. Kau pikir saja sendiri!       Menyakitkan mencintai sendirian, menyakitkan berharap pada angan. Jika kebebasan yang kuberikan justru buatmu berpindah ke lain hati, maka menyingkirlah. Jika aku bukan yang kau harapkan, segeralah berpaling karena aku sudah enggan. Jika aku bukan yang kau jadikan tempat berpulangnya nyaman, maka pergilah karena aku lebih baik sendirian. Jika memang kau bertahan karena dilandasi rasa kasihan dan kau takut aku tersakiti, maka percayalah pergimu jauh lebih aku inginkan. Aku percaya tak semua kehilangan akan menyakitkan. Jus...