Murung, mematung.
Terang, milik malam
Sudah sepantasnya merayakan kehilangan
Sepenggal kisah berujung sudah
Sekelumit kisah menuai resah
Hujan deras mengguyur bumi
Membasahi pipi sang kekasih hati
Meraung menyesali perbuatannya
Meraung menginginkan tubuhnya
Dia hilang
Aku malang
Merangkak mencoba berdiri
Dapat berdiri beralih ingin berlari
Tak semudah itu
Jari jemarinya tak lagi ada yang mengisi
Jari-jarinya tak nampak manis lagi
Senyuman tak lagi dapat disematkan
Tawa tak lagi terpancar kan
Murung
Mematung
Entah siapa yang tak lagi beruntung
Semua telah mengerti, kesudahan telah menjadi milik esensi dan keberlanjutan memilih untuk melarikan diri.
BalasHapus