Kusebut Dia
Rasa ini bermula dari hadirnya dia, yang ku anggap sebagai orang
ketiga. Dia yang kini ku rasa mulai menyinggahi isi hati seorang yang ku cinta.
Bagaimana bisa hati yang ku jaga sedikit demi sedikit direnggut olehnya.
Bagaimana bisa rasa yang kita cipta bisa goyah hanya dengan satu nama. Namanya.
Betapa sakit hati hamba, dirundung cinta tanpa kasihnya.
Betapa rapuh hati hamba, disiksa rindu tanpa balasan darinya.
Perlahan dia mulai berkabar denganmu. Perlahan pula dia
menginginkan atasmu. Perlahan aku merasa sedu. Perlahan pula aku berniat
meninggalkanmu. Bukankah kita pernah berjanji untuk satu kata, yaitu KITA.
Bukankah kita pernah berjanji untuk saling menjaga. Dan kini aku mengerti apa
arti kata pernah, yaitu tidak lagi. Dan kini aku mengerti apa arti telah, yaitu
berhasil melewati. Entah melewati terwujudnya janji-janji, atau justru melewati
janji-janji.
Aku
kembali kau lukai.
Aku kembali menangisi.
Kita putuskan untuk menyelesaikan.
Dan aku kini mencintai sendirian. Dan kau memilih berlarian dan membuang
kenangan. Aku tidak habis pikir apakah dia begitu sangat mencintamu sehingga
kau lebih memilih dengannya merajut rindu? Apakah dia bisa menerimamu sedang
yang ku tau dia banyak menuntutmu? Buktinya saat kau bersamaku pun dia merengek
untuk temu, dan aku kau bohongi dengan dalih “aku ingin menemui saudaraku”. Nampaknya
sudah hilang rasa rikuhmu. Sehingga kau tega berucap palsu di hadapanku.
Kau yang kusebut dia. Bukankah kita
sama-sama wanita? Bukankah kau tau bahwa lelaki yang kau cinta ia sudah berdua? Bukankah kau ini
seharusnya tahu bagaimana di rampas perhatiannya?. Kita ini sama-sama wanita,
harusnya kau tahu bagaimana sakitnya. Sengaja aku mengikutimu di jejaring
sosial media. Kau bagikan foto-fotonya. Foto ia, seseorang yang masih sangat ku
cinta.
Aku terluka
Aku kembali menangisinya
Untuk kau yang membiarkanku memiliki rasa sendirian, tengoklah
kebelakang betapa kau telah menyia-nyiakan seorang yang amat begitu sayang.
Untuk kau yang merebut kebahagiaan seseorang, janganlah merasa
hebat. Caramu sama sekali tidak tepat.
Sukaa😍😍😍
BalasHapusTerima kasih, kasih 💕
HapusLanjoot kakakk
BalasHapusCiyapppppp
HapusMrnusuuuk jiwaaaa.. lanjutkan qaqaaa
BalasHapusCiyaaapppp ❤
HapusMrnusuuuk jiwaaaa.. lanjutkan qaqaaa
BalasHapusMasyaAllah embakkkkkkkk
BalasHapus❤
HapusLanjutkan karyamu, yang istikomah, dan semangat!! 😘
BalasHapus