Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Semesta Baik

Setelah cukup lama menanam ketidakpercayaan, takut akan dikecewakan, sekarang aku kembali di hadapkan dengan sesosok tenang nan menenangkan. Anganku kembali dibangunkan, aku kembali disadarkan bahwa masih banyak hal-hal baik yang menungguku di depan.  Ia berkata, "masih banyak hal-hal baik yang menunggu di depan dik, meskipun dengan segala ketidak baikannya juga. Tapi bukankah segalanya memang harus ada perjuangan?  Memang benar, segalanya harus diperjuangkan. Entah hasilnya bagaimana tapi yang jelas dengan hal itu kita bisa lebih menghargai semuanya.  "Kelak dik, kita dipertemukan untuk saling menjaga, kini biarkan Tuhan memerintah semesta untuk menjaga kita". Harapan-harapan selalu ku layangkan, doa-doa senantiasa ku langit kan, hingga pada akhirnya aku berkata kepada semesta, "Terima kasih semesta, anginmu membawaku menemukannya", dengan lembut ia berkata.  "Mas, kelak tubuhmu lah yang menjadi tempat berpulangnya pelukan, kelak hatimu lah satu-satunya k...

Rayakanlah

Menangis, tertawa.  Tertawa, lalu menangis.  Bisa terjadi kapan saja tanpa kita tahu penyebabnya atau bahkan kita tahu tapi enggan mengakuinya. Menangis sejadi-jadinya karena harapannya patah begitu saja, tertawa bahagia karena keinginannya tercapai dengan luar biasa. Banyak hal yang sulit diungkapkan tapi bisa kita ekspresikan dengan buliran air mata dan suara renyah penuh tawa. Segalanya baik untuk kita.  Tetaplah menjadi diri sendiri.  Tetaplah menjadi diri sendiri, kita sempurna sesuai porsi kita.  Tetaplah menjadi diri sendiri, kita berhak atas diri kita.  Tetaplah menjadi diri sendiri, bersikap adil, menghargai segala usaha kita.  Rayakanlah!  Rayakanlah apa yang perlu dirayakan Rayakan kebahagiaan, kesedihan, pertemuan, perpisahan!  Rayakanlah apa yang membuat kita belajar! Teruslah hidup, jangan katakan tak sanggup! 

Berkabar II

Dariku, Kinasih Untukmu, Terkasih Hai, mari berkabar :)  Riuh hati menanti sepucuk surat tersemat, sekadar ingin tau bagaimana kabar?  Harapku, doaku masih sama dan akan tetap sama. Semoga kita selalu bahagia. Dengan senyum simpul aku menulis kabar ini. Haii, aku bisa tersenyum lagi :) aku berhasil mengembalikan diriku lagi. Yah meskipun tidak utuh, setidaknya kini tak mudah lagi rapuh. Hari-hari ku jalani dengan penuh percaya diri, menanamkan rasa bahwa hal buruk ini tak akan selamanya terjadi. Bulir-bulir bahagia merekah mengusir gundah, menghempas rasa resah. Bagaimana denganmu? Menyenangkan bukan disetiap harinya tak kamu temui lagi hal-hal sulit? Hal-hal rumit? Ahhh pasti melegakan sekali.  Aku tengah membaca buku milik Syahid Muhammad dan Stefani Bella, menceritakan konspirasi alam yang berhasil menemukan sepasang utuh yang sempat merapuh. Dan bodohnya aku mempercayai nya disaat kita semakin menjauh. Bodoh sekali kan aku? Seperti kata Bri...

Murung, mematung.

Terang, milik malam Sudah sepantasnya merayakan kehilangan Sepenggal kisah berujung sudah Sekelumit kisah menuai resah Hujan deras mengguyur bumi Membasahi pipi sang kekasih hati Meraung menyesali perbuatannya Meraung menginginkan tubuhnya Dia hilang Aku malang  Merangkak mencoba berdiri Dapat berdiri beralih ingin berlari Tak semudah itu Jari jemarinya tak lagi ada yang mengisi Jari-jarinya tak nampak manis lagi Senyuman tak lagi dapat disematkan Tawa tak lagi terpancar kan Murung Mematung  Entah siapa yang tak lagi beruntung